Kemudian Bupati Dewi Handajani menyampaikan, pada tahun 2021 Pemkab Tanggamus melaksanakan 6 Bidang
Urusan Wajib Pelayanan Dasar, yang dilaksanakan melalui 36 program, 104 kegiatan dan 332 sub kegiatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.1,14 Triliun dan mampu direalisasikan sebesar Rp.901,02 Miliar atau 78,52%. Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar, yang dilaksanakan mencakup 18 Bidang, yang dijabarkan melalui 64 program, 152 kegiatan dan 371 kegiatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.118,69 Miliar dan mampu direalisasikan sebesar Rp.90,5 Miliar atau
76,25%.
Urusan Pilihan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus mencakup 5 Bidang melalui 19 program, 42 kegiatan dan 104 sub kegiatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.28,03 Miliar dan mampu direalisasikan sebesar Rp.20,66 Miliar atau 73,71%. “Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang, yang dilaksanakan mencakup 10 Bidang melalui 140 program, 330 kegiatan dan 890 sub kegiatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.692,03 Miliar dan mampu direalisasikan sebesar Rp.645,99 Miliar atau 93,35%,” imbuh Bupati Dewi.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga memaparkan sejumlah keberhasilan dan penghargaan yang diraih Pemkab Tanggamus selama tahun 2021. Diantaranya
Meraih opini WTP 5 kali berturut-turut dari BPK, Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Lampung, 5 kali berturut-turut, Meraih penghargaan Kabupaten Cukup Peduli
HAM Tingkat Nasional, 3 tahun berturut-turut.
Meraih Penghargaan Manggala Karya KencanaTahun 2021, dari BKKBN.
Lalu Tanggamus telah ditetapkan sebagai Kabupaten Layak Anak pada tahun 2021 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Meraih Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021, Meraih Top pembina BUMD award pada tahun
2020 dan 2021, dan Meraih penghargaan Program Kampung Iklim Utama dari Kementerian LHK yang diraih Pekon
Ngarip.
Sambungnya, di luar dari keberhasilan tersebut, sebenarnya masih banyak keberhasilan lain yang telah dilakukan oleh Perangkat Daerah yang merupakan hasil dari pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsinya.
Meskipun di satu sisi, sejumlah keberhasilan dan prestasi mampu kita wujudkan, namun kita juga mengakui masih adanya sejumlah kendala dari proses pembangunan selama satu tahun terakhir.
“Beberapa permasalahan tersebut diantaranya adalah adanya pandemi Covid-19, yang berpengaruh terhadap penerimaan pendapatan dalam negeri sehingga realisasi dari rencana penerimaan dana pada pemerintah daerah menjadi tidak terpenuhi 100%, dan mengakibatkan kurang maksimalnya program-program pembangunan yang telah direncanakan,” pungkas bupati.





Lappung Media Network