“Ada banyak goresan luka yang timbul akibat merebaknya wabah ini. Banyak korban jiwa berjatuhan. Kita benar-benar berduka, namun kita semua harus tetap optimis bahwa Allah tidak akan memberi cobaan di luar kesanggupan kita untuk memikulnya. Kita sangat sadar bahwa semua cobaan dan musibah itu datang atas ijin dan kehendak Allah, dan Dia jugalah yang kuasa untuk mencabut dan melenyapkannya,” ucap Bupati Dewi.
Lanjutnya, karena itu, pada siang hari ini kita bersama-sama, lintas agama, suku dan golongan untuk melakukan doa bersama. Meski masing-masing kita terpisah tempat, namun hati dan batin kita berada dalam satu doa dan harapan. “Semoga Allah memberikan perlindungan dan kesehatan, memberikan rahmat dan ridho-Nya, diberikan kekuatan lahir dan batin, serta memberkahi Kabupaten Tanggamus agar lebih maju dan berkembang di tahun-tahun yang akan datang. Aamiin,” harap Bupati.
Bupati juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun kehidupan bermasyarakat ke arah yang lebih baik. Momen pergantian tahun ini, hendaknya kita jadikan momentum untuk bertekad bangkit, kembali membangun diri dengan nilai-nilai moral yang lebih baik. “Kita menyadari bahwa perubahan itu tidak mudah, namun kita terus berupaya melakukan perubahan-perubahan dalam berbagai aspek,” ujarnya.
Sebagai contoh dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, kita terus berusaha melakukan perubahan sungguh-sunggguh. Untuk membangun pemerintahan yang baik, serta memberikan pelayanan publik yang sebaik-baiknya.
“Dengan membudayakan pelayanan RATU (Ramah, Amanah, Tegas dan Unggul), memenuhi rasa keadilan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan mendahulukan kepentingan rakyat. Program 55 Aksi Bupati dan Wakil Bupati juga telah kita laksanakan dan sebagian besar membawa hasil dan dampak yang cukup baik,” pungkas Bupati Dewi Handajani.





Lappung Media Network