Sementara itu, Kepala SUPMN Kota Agung Khairuddin pada pelaksanaan panen udang vannamei ini menyampaikan, bahwa kegiatan panen ini merupakan panen parsial dengan tujuan untuk mengurangi populasi udang yang ada di tambak. Hasilnya digunakan untuk mendukung pakan pada tambak udang tersebut.
Dijelaskannya, bahwa ini panen parsial kedua cara Busmetik, cara ini merupakan solusi dari teknologi mengembangkan udang secara intensif dengan modal yang relatif kecil. “Busmetik ini singkatan dari Budidaya Udang Skala Mini dengan Empang Plastik. Dengan membuat petak-petak kecil ukuran 600 meter sampai 1000 meter persegi. Bisa menghasilkan 2,5 ton per 60 hari dan dapat menghasilkan produksi sangat tinggi,” ungkap Khairuddin.
“Untuk udang yang dipanen hari ini adalah size 30-60 (dalam 1 Kg terdapat 30-60 ekor udang) dan usia udang pada saat ini telah mencapai 3 bulan dengan harga penjualan Rp 80.000 per Kg,” imbuhnya.
Lanjutnya, harapannya ke depan usaha budidaya udang ini dapat meluas ke seluruh wilayah pesisir Teluk Semaka Kabupaten Tanggamus dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Tanggamus. “Dan dapat kita kelola dengan baik dengan kolaborasi dengan BUMD maupun kelompok usaha bersama (KUB). Insya Allah produksi udang di wilayah Tanggamus akan meningkat,” pungkas Khairuddin.
Turut hadir mendampingi bupati pada acara panen udang ini, diantaranya Forkopimda Tanggamus, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tanggamus yang diwakili Sekretaris Rahman Husen, Kepala Dinas Kominfo Tanggamus Edi Nerimo, Inspektur Tanggamus Ernalia, Kabag Protokol Rien Devile Abdul Kadir, dan Kabag Kerja Sama Sekretariat Bupati.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Siber Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS





Lappung Media Network