“Akan tetapi masih terdapat beberapa indikator lain yang perlu terus dibenahi. Meskipun telah menunjukan peningkatan dari tahun sebelumnya seperti Indeks Pembangunan Manusia yang baru mencapai 66,65,” imbuhnya.
Oleh karena itu kami terus melaksanakan sinergi berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian seperti Program Semua Bisa Sekolah atau SBS untuk peningkatan IPM.
Terkait dengan pelaksanaan Inovasi Pembangunan Daerah, saat ini Kabupaten Tanggamus telah melaksanakan lebih dari 350 inovasi. Sehingga tahun 2020 dan 2021 secara konsisten Kabupaten Tanggamus masuk kedalam Top 10 Innovative Government Award (IGA). Pada penilaian PPD Tahun 2022 ini kami mengedepankan Inovasi “Bumil Ceria” yang mulai dilaksanakan pada tahun 2020.
Kebaruan atau novelty dari Inovasi “Bumil Ceria” ini adalah layanan yang diberikan bukan hanya sebatas pelayanan ibu hamil sampai melahirkan dengan selamat. “Akan tetapi diintegrasikan juga dengan upaya pencegahan stunting sejak ibu mengandung, yang tumbuh kembangnya dipantau secara berkala,” ujar Bupati.
“Sehingga dengan pelaksanaan inovasi ini dapat mengoptimalkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Prevalensi Stunting. Disamping itu Inovasi “Bumil Ceria” juga dikolaborasikan dengan 13 inovasi lain yang terkait sehingga terlaksana dengan optimal,” pungkas Bupati Dewi Handajani.





Lappung Media Network