Lebih lanjut Kapolsek Semaka menjelaskan, kronologis kejadian bermula pukul 06.00 WIB, ketika korban dan keluarga posisi masih di dalam rumah sedang menunggu hujan reda.
Kemudian pada pukul 06.30 WIB dari belakang rumah terdengar suara kayu patah disertai tanah bergerak.
Lalu korban melihat kebelakang, kondisinya dapur rumah sudah roboh akibat tertimpa pohon, dan meterial tanah longsor. “Korban Satimin kemudian berteriak menyuruh anak dan istrinya keluar dari rumah untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan,” ungkap Kapolsek Semaka.
Kapolsek Semaka juga menyampaikan, bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Namun korban Satimin mengalami kerugian materi sekitar Rp 3 juta,” kata AKP Ketut Gister.
AKP I Ketut Gister menambahkan, bahwa selain terjadi tanah longsor di wilayah hukumnya juga terjadi banjir di beberapa pekon yang berdekatan dengan aliran Way Semaka. Aliran Way Semaka telah menggenangi beberapa rumah warga setinggi 30 sampai 40 cm. “Luapan banjir terjadi hingga sore hari, yakni di Pekon Kanoman, Sudimoro, Sidodadi, Tugurejo, Karang Rejo dan Kacapura,” ujarnya.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Online Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS
