Sambungnya, sebagai realisasi pembangunan mental spiritual, kita telah berangsur-angsur melakukan pembangunan di bidang keagamaan. Telah dibuktikan dengan pembangunan infrastruktur maupun batiniah. Antara lain dengan terus melanjutkan bantuan pembangunan dan renovasi masjid dan musala, pondok pesantren, melaksanakan secara rutin pengajian, pemberian insentif kepada para Ustaz/Ustazah, Guru Mengaji, Khatib, dan Majelis Taklim se-Kabupaten Tanggamus.
Pembangunan tersebut tidak akan terlaksana dengan baik, Bupati Dewi meneruskan, kalau tidak didukung oleh masyarakat termasuk kita semua. Oleh karena itu dalam kesempatan ini, kami mengajak hadirin sekalian, mari kita bergandengan tangan, bahu-membahu dalam membangun Kabupaten Tanggamus ini.
Paling tidak kita terapkan nuansa islami dalam aktifitas kita sehari-hari. “Mari terus kita jaga suasana kondusif di Bumi Tanggamus ini dengan memelihara persatuan dan kesatuan kita. Sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dalam suasana aman dan damai,” ajak Bupati Tanggamus.
Lanjutnya, dengan momen Bulan Muharam, bulannya Tahun Baru Islam ini, kita menyadari umur kita juga menjadi bertambah tua 1 tahun. Maka gunakanlah sisa dari umur yang ada ini dengan amalan-amalan atau aktifitas yang sesuai dengan norma-norma agama, dan itulah sebaik-baiknya tindakan manusia yang cerdik. “Sesuai dengan hadis Rasulullah SAW: Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus amalannya dan sejelek-jeleknya manusia adalah yang diberi umur panjang dan jelek amalannya (perbuatannya). (HR.Ahmad),” ucap Bupati Dewi Handajani.





Lappung Media Network