Melihat kejadian itu, Harno langsung berteriak untuk meminta pertolongan dan meminta bantuan kepada salah seorang saksi lainnya yang sedang membersihkan ikan di pinggir sungai. Lalu, Harno dan Andika menghampiri korban yang udah terapung di antara bebatuan tersebut. “Korban langsung dibawa menuju Masjid Al-Abror Dusun Koncang, Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Pugung,” kata Kapolsek Pugung.
Setelah itu, jenazah anak laki-laki tersebut dikenali oleh masyarakat. Maka selanjutnya di bawa ke rumah duka di Pekon Way Manak, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Lampung.
Kemudian pihak medis dari Puskesmas Rantau Tinjang juga sempat datang untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Dari pemeriksaan tim medis terdapat beberapa luka yang ditemui, antara lain luka gores dibagian pelipis mata, memar dibagian dahi sebelah kiri, luka memar dibagian pinggul sebelah kanan, luka gores dibagian paha sebelah kiri. “Luka tersebut akibat terkena bebatuan dan ranting yang berada di dasar aliran Sungai Way Manak,” tutur Ipda Ori Wiryadi.
Kapolsek Pugung menambahkan, saat ini jenazah bocah telah dimakamkan pihak keluarganya. “Korban dimakamkan pihak keluarga di tempat pemakaman umum Pekon Way Manak,” tutup Kapolsek Pugung.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Siber Lappung.COM di—> GOOGLE NEWS
