Menurut Gubernur Arinal Djunaidi, bangkitnya UMKM sebagai roda perekonomian sangat penting, terutama dalam masa pemulihan ekonomi pasca pendemi Covid-19. Pandemi Covid-19 di Indonesia secara nyata berdampak pada sektor ekonomi, yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi perekonomian negara.
“Namun Alhamdulillah kita bersyukur, berkat kerja keras kita bersama, pertumbuhan ekonomi khususnya di Provinsi Lampung pada Triwulan II Tahun 2022 mampu tumbuh mencapai 9,12 persen (q to q), begitu pula dengan inflasi yang masih bisa kita kendalikan,” kata Gubernur Arinal Djunaidi.
Gubernur Lampung juga menyatakan, berbagai upaya untuk pemulihan ekonomi pasca Covid-19 akan terus dilaksanakan. Salah satunya dengan Program penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mengapa demikian, karena UMKM menyerap hingga 97 persen dari total tenaga kerja, serta memberikan kontribusi 61 persen terhadap PDB nasional. “Selain itu, UMKM menyumbang 15 persen dari total ekspor nasional serta menarik hingga 60,42 persen dari total investasi untuk Indonesia,” ungkap Arinal Djunaidi.
Sambungnya, Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya untuk memajukan UMKM. Adapun program prioritas pengembangan Koperasi dan UKM Provinsi Lampung Tahun 2021/2022 antara lain Perluasan Akses Pasar/Digitalisasi, Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi dan UMKM, serta Pengawasan koperasi yang lebih intensif.
Selain itu Pemerintah Provinsi Lampung juga memfasilitasi Pembiayaan UMKM dan Koperasi melalui KUR yang disalurkan lewat keikutsertaan dalam Program Kartu Petani Berjaya. “Pembinaan, pendampingan UMKM, Promosi produk UMKM serta memperluas jaringan usaha berbasis IT dan melakukan kerjasama/kemitraan dengan berbagai pihak/lembaga/asosiasi,” imbuhnya.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Online Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS
