“Imbauan kami kepada masyarakat yang akan mudik melewati wilayah Tanggamus ataupun melalui jalur lintas barat yang mengarah ke Bengkulu silakan melewati jalur Tanggamus kami akan sedia 24 jam memastikan keamanan dan kenyamanan mudik,” ucapnya.
Kapolres menambahkan, bahwa Satgas Anti Begal merupakan pembentukan dari Tekab 308 dengan tugas memberantas begal. “Tim Satgas Anti Begal ini merupakan pembentukan dari tim Tekab 308 jadi sama saja tugas pokoknya, namun sekarang difungsikan sebagai Anti Begal,” tandasnya.
Ditempat sama, Kasat Reskrim Iptu Hendra Safuan menjelaskan pembentukan tim Satgas Anti Begal guna memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada pemudik ataupun warga Tanggamus. “Kedepannya tim Satgas memberikan rasa nyaman di wilayah hukum Tanggamus. Jadi kegiatannya mencegah kejahatan premanisme dan kegiatan kriminalitas C3 (Curat, Curas dan Curanmor,” jelasnya.
Menurut Iptu Hendra Safuan, guna mencapai target pencegahan dan pengungkapan, Polres Tanggamus akan membagi empat tim. Dari empat tim itu ada satu yang ditunjuk sniper dengan kelebihannya menggunakan senjata laras panjang maupun senjata pendek.
“Jadi empat tim ini akan saya bagi timnya. Ring satu, Ring dua, Ring tiga dan Ring empat. Utara, Barat, Selatan dan Timur, jadi kita bagi untuk memberikan rasa kenyamanan, utamanya kegiatan menjelang lebaran Idul Fitri mudik yang melintasi jalan lintas barat,” ucapnya.
“Bentuk kegiatan Satgas Anti Begal akan melaksanakan mobile atau hunting, dari satu tempat ke tempat lain. Jadi ada kegiatan monitoringnya jadi dari ring satu atau dua ada pertukaran setiap jamnya,” pungkasnya.
