Bupati memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara ini. Ia juga berharap semoga melalui acara ini tercipta Komitmen dari seluruh pihak yang hadir dalam menanggulangi permasalahan Stunting secara bersama. Serta program yang telah dirancang dapat direalisasikan dengan baik.
Disampaikannya pula, seperti kita ketahui bersama, persoalan Stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional, dan menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) bahwa Kabupaten Tanggamus menjadi kabupaten tertinggi lokus Stunting di Provinsi Lampung, terdapat 17 Lokasi Stunting yang tersebar di beberapa kecamatan.
Stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar di bawah rata-rata dan berakibat prestasi sekolah yang buruk.
“Tingkat prevalensi stunting yang masih tinggi perlu segera kita atasi bersama, baik Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Pekon, individu Komunitas dan CSR harus bersinergi serta bersatu dalam upaya penanganan stunting,” ujar Bupati.
Sambungnya, sesuai dengan strategi nasional dalam penanggulangan stunting, telah ditetapkan lima pilar pencegahan stunting. Yaitu Komitmen dan Visi Kepemimpinan, Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku, Konvergensi Koordinasi dan Konsolidasi Program Pusat, daerah dan desa/pekon, Ketahanan pangan dan gizi, Pemantauan dan Evaluasi.
