“Karena akan terbangun komunikasi dan silaturahmi lebih erat lagi antar sesama anggota KWT, dengan Pemerintah Pekonnya, juga dengan Pemkab Tanggamus. Persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat dan para anggota KWT jadi tetap terjaga,” ungkap Bupati Dewi Handajani.
Lebih lanjut Bupati Dewi menyampaikan, harapannya kepada para anggota KWT agar dalam kegiatan usaha pertanian, dapat menciptakan suatu terobosan dan inovasi. Sehingga hasil komoditas pertaniannya dapat bernilai lebih. “Jangan hanya cukup menjual atau memasarkan hasil pertanian dan hasil kebunnya saja. Namun kalau bisa menjadi bahan baku agar diolah sedemikian rupa sehingga menjadi komoditas lain yang memiliki nilai jual tinggi,” harap Bupati Dewi Handajani.
Misal petani Kopi, kata Bupati Tanggamus meneruskan, kalau menjual biji kopi langsung maka harganya ditentukan oleh pembeli. Namun kalau biji kopi diolah, menjadi bubuk kopi yang memiliki cita-rasa berbeda, maka nilai jualnya tentu akan lebih tinggi. “Terlebih lagi ibu-ibu KWT ini jika memiliki sendiri kedai atau warung Kopi di sekitar tempat tinggalnya, tentu nilai harga dan keuntungan akan semakin tinggi pula,” kata Bupati Dewi Handajani.
Begitu juga dengan petani jahe, kalau kita jual jahe saja, harganya bisa naik turun, karena pembeli yang menentukan harga. Tetapi jika kita jual dalam bentuk serbuk, maka ibu-ibu anggota KWT yang menjual, yang bisa menentukan harga.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Siber Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS





Lappung Media Network