Lebih lanjut Iptu Zulkarnain menjelaskan kronologis kejadian, bahwa pada Kamis 22 Desember 2022 sekitar pukul 15.30 WIB kapal KM RHN berangkat melaut dengan jumlah 9 orang. Namun pada sekira pukul 18.00 WIB, terjadi keadaan cuaca yang sangat buruk, angin besar dan ombak besar yang menghantam kapal tersebut.
Kemudian pada sekitar pukul 18.30 WIB, Kapal KM RHN tenggelam. Para ABK melakukan penyelamatan dengan mengapung, lalu terus berenang menuju ke daratan menggunakan derigen dan kayu yang dijadikan satu. Kurun waktu sekitar 7 jam akhirnya mereka sampai di pesisir pantai Way Rilau, Cukuh Balak.
“Para awak kapal sampai di pesisir pantai Way Rilau dalam keadaan selamat, dan langsung melaporkan kepada tim SAR dan aparat Pekon Tanjung Jaya, Kecamatan Limau,” ujar Iptu Zulkarnain.
Iptu Zulkarnain juga mengungkapkan, bahwa dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun mengalami kerugian material sebuah Kapal Bagan KM RHN yang tenggelam. KM RHN merupakan kapal berjenis bagan motor/20 GT, pemiliknya adalah Sanen.
Saat kejadian kapal dibawa oleh seorang nahkoda dan 8 ABK. Adapun identitas para nelayan tersebut diataranya Yusup selaku Nahkoda. Sedangkan 8 orang lainnya selaku ABK yakni Histoleh (45), Anas (50), Sariya (35), Ijos (25), Ipat (25), Syahroni (40), Fajar (17) dan Sufyadi (35). “Ke sembilan nelayan tersebut seluruhnya merupakan warga Pekon Tanjung Jaya, Limau. Untuk kerugian berupa kapal bagan tersebut,” kata Iptu Zulkarnain.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Siber Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS
