Hari Peringatan PRB ini menjadi pengingat bersama atas kemajuan, keberhasilan dan capaian-capaian dalam mempertahankan ketangguhan dari dampak bencana. Di Indonesia, peringatan PRB telah menjadi agenda nasional yang dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2013. “Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2022 ini merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat terhadap aktivitas PRB sebagai investasi untuk ketangguhan,” ujar Bupati Dewi Handajani.
Bupati Dewi juga menyampaikan, bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama, jadi bukan mutlak tanggung jawab pemerintah. Pada hakekatnya penanggulangan bencana dilakukan secara berjenjang, dari level paling bawah yaitu RT sampai level paling tinggi yaitu nasional. Suatu peristiwa disebut bencana apabila “diluar kemampuan masyarakat”. Ini mengisyaratkan bahwa apabila masyarakat di desa/pekon masih mampu untuk menyelesaikan, maka disebut sebagai “Bencana Level Desa/Pekon”, karena pekon juga punya sumber daya untuk penanggulangan bencana.
Sambungnya, ini perlu menjadi perhatian, terutama untuk para camat, jadi jangan ada suatu peristiwa bencana tapi langsung minta penanganan dari kabupaten. Coba di tangani terlebih dahulu, sepanjang masih pada Bencana Level Pekon. Berdasarkan data BPBD Tanggamus, dari tahun 2002–2022, ancaman bencana hidrometeorologi terus meningkat dan mendominasi.
90% bencana yang terjadi di Kabupaten Tanggamus merupakan bencana hidrometeorologi. Seperti yang terjadi di Kecamatan Semaka, Wonosobo, Bandar Negeri Semuong, Cukuh Balak, Limau, Kelumbayan, Kelumbayan Barat, Ulu Belu dan lain-lain. “Bencana hidrometeorologi ini telah mengakibatkan rusak dan terendamnya rumah warga, gedung sekolah, jembatan, lahan pertanian, tambak, kolam, termasuk ruas jalan lintas barat,” tutur Bupati Dewi.
Kemudian Bupati Dewi mengatakan, perkiraan puncak musim hujan di Kabupaten Tanggamus, menurut BMKG Lampung akan terjadi pada November 2022 untuk wilayah barat dan Januari 2023 untuk wilayah timur. Mengingat kondisi alam kita sangat rawan terhadap bencana banjir, ditunjukkan dengan masih adanya kejadian banjir pada bulan Juli dan Agustus 2022, yang semestinya adalah musim kemarau, “Maka kita harus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana sebelum datang puncak musim hujan,” kata Bupati Dewi.
Baca Berita Terkini Lainnya dari Media Siber Lappung.COM di——> Klik: GOOGLE NEWS
