Bupati menerangkan, Kabupaten Tanggamus memiliki luas lahan pertanian mencapai 217.000 ha. Dengan lahan pertanian bukan sawah seluas 200.505 ha, dan lahan perkebunan seluas 82.486 ha.
Untuk perkebunan didominasi oleh perkebunan kopi robusta, dimana 57,2% produksi kopi di Kabupaten Tanggamus dihasilkan dari tiga Kecamatan. Sedangkan untuk komoditas lada memiliki potensi ekspor mencapai 1.663 ton atau setara dengan 47,7% produksi lada di Kabupaten Tanggamus. Lalu untuk peternakan kambing menghasilkan 34.957 ekor dan sebanyak 1.517 ekor domba.
“Dengan melihat potensi yang ada, maka Program I-CARE akan difokuskan pada tiga kecamatan, yaitu Airnaningan 25 kelompok, Ulubelu 25 kelompok, dan Pulaupanggung 10 kelompok. Pada Kecamatan Airnaningan, jumlah luas tanam kopi sebesar 10.712 ha, lada luas tanam 2.268,6 ha, dan populasi kambing 15.833 ekor. Di Kecamatan Ulubelu jumlah luas tanam kopi sebesar 10.843 ha, lada luas tanam 164 ha, dan populasi kambing 7.250 ekor. Kecamatan Pulaupanggung jumlah luas tanam kopi 1.387 ha, lada luas tanam 260 Ha, dan populasi kambing 11.874 ekor,” terang Bupati.
Selanjutnya Bunda Dewi menyampaikan harapannya bahwa program I-CARE akan meningkatkan kesejahteraan kaum petani. “Harapannya dengan adanya Program I-CARE ini, dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara nasional, dan meningkatkan kontribusi sektor pertanian dalam devisa negara,” harap Bupati.
Usai meninjau lokasi Program I-CARE. Kemudian Bupati melanjutkan agenda lainya. Yakni meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid 19 untuk anak usia 6-11 tahun. Bertempat
di SD Negeri 1 Sidomulyo, Kecamatan Airnaningan, yang dilakukan terhadap 141 sasaran vaksin.





Lappung Media Network