Sementara itu, Dokter Hewan Disbunnak Tanggamus Drh. Ari Priyanto menjelaskan, bahwa sebelum vaksinasi, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang bahaya PMK sehingga kita bisa melakukan vaksinasi ini dengan baik. “Untuk target hari ini 250 ekor, kendala di lapangan yang kita hadapi selama ini jarak lokasi dan cuaca kadang hujan kadang panas,” kata Ari Priyanto.
Sambungnya, untuk kriteria wawancara dengan peternak meliputi sehat atau tidak ternaknya, umur ternak dan yang bisa di vaksin anak ternak umur 2 tahun.
Ari Priyanto juga menjelaskan, adapun ciri-ciri hewan terinfeksi PMK yaitu hewan ternak mengeluarkan air liur yang berlebihan, sebab hewan ternak yang sehat biasanya hanya sedikit air liurnya, ada lesi di mulut, pada kaki ada luka, juga nafsu makan berkurang. “Untuk pencegahan awal, kita imbau kepada peternak jaga kebersihan kandang dan selalu desinfektan sekitar kandang,” ungkapnya.
Atas kegiatan vaksinasi ini, seorang warga bernama Suhendro, selaku peternak sapi di Pekon Tiuh Memon mengaku bersyukur mendapatkan vaksin ternak. “Alhamdulillah kami dibantu, semoga sapi dan ternak kami bisa sehat semua,” ucapnya.
Pada Kesempatan itu, Suhendro juga berterima kasih kepada Pemkab dan Polres Tanggamus yang telah peduli kepada peternak. “Terima kasih kepada pihak Dinas Perkebunan dan Perternakan, dan Polres Tanggamus yang telah membantu meyuntikan vaksin di wilayah kami. Kami sebagai masyarakat sangat mendukung program ini,” pungkasnya.
