Sambung Bupati, memasuki tahun baru 1444 Hijriah ini, Alhamdulillah tugas kita mengemban darma dan amanat budi luhur sepanjang tahun 1443 H terselesaikan. Hasilnya, harus kita sadari masih jauh dari kesempurnaan.
Sebab, nilai-nilai kesempurnaan itu mutlak milik Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Maknanya, masih banyak kekurangan yang harus dijadikan bahan evaluasi. Sementara kelebihan yang terjadi selama kita berdarma sepanjang tahun 1443 Hijriah, wajib pula diyakini sebagai karunia Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Sejalan dengan hal itu, kata bupati Tanggamus meneruskan, momentum ini kita jadikan wahana evaluasi diri. Bersama-sama, mari kita akhiri hal-hal yang negatif dan kita tatap masa depan dengan penuh optimisme.
“Saya perlu mengingatkan kepada adik-adik, calon warga dan keluarga besar Setia Hati Terate, segala bentuk tantangan dan rintangan itu pada hakikatnya bukan berada di luar diri kita. Tapi ada di dalam diri kita sendiri,” kata Bupati Dewi.
Sebab, kata Bupati Dewi melanjutkan, musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri. Hawa nafsunya sendiri. Menyadari akan hal itu, mari kita jadikan momentum bulan Muharam ini sebagai kajian evaluasi diri (mesu budi), perbanyak tirakat dan berlomba membersihkan hati. Kemudian, dengan penuh kesadaran bersama-sama kembali pada nilai-nilai ajaran Setia Hati Terate.
