Pada awal mula kejadian para santri sedang mengaji Quran di masjid yang tidak jauh dari lokasi Ponpes. Kemudian warga dan santri berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya dan 3 unit mesin cuci stem milik warga.
Bangunan yang beralaskan kayu dan berdinding papan tersebut menyebabkan api sangat cepat membakar bangunan ponpes, sehingga sekitar pukul 00.30 WIB baru berhasil dipadamkan.
“Kebakaran mengakibatkan 1 unit bangunan asrama yang berisi pakaian santri dan kitab-kitab, 1 unit sepeda terbakar. Dan 1 ruang belajar terbakar sebagian,” jelasnya.
Sambungnya, di lokasi pondok tersebut terdiri dari 1 lokal asrama, 1 majelis mengaji dan satu rumah pengasuh pondok serta 1 mushola. “Lokasi tersebut adalah komplek Ponpes yang mana hanya ada beberapa lokal dan dihuni oleh santri sebanyak 25 orang dan pengasuh ponpes tersebut,” ujarnya.
Kasat menambahkan, berdasarkan hasil identifikasi, kebakaran asrama tersebut diduga disebabkan korsleting listrik di lokal asrama. “Dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting listrik,” tandasnya.





Lappung Media Network